green kurban, kurban, pelosok, pedalaman, dhuafa

Semarak Green Kurban Ceriakan Warga Pelosok Negeri

Di momen Idul Adha 1439 H, Green Kurban kembali menyapa. Melalui program tersebut, Sinergi Foundation telah menyalurkan hewan kurban di sejumlah titik pedalaman Indonesia. Terhitung hari ini, Rabu (22/8/2018), Green Kurban telah menyentuh wilayah Papua Barat, NTT, NTB, Lombok, Sulawesi, Kalimantan, Padang, Jambi, Aceh, Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, Pameumpeuk, dan Sukabumi.

Di Lombok, Nusa Tenggara Barat, masyarakat pengungsian bergembira menyambut Green Kurban. Sebanyak 5 ekor sapi dan 32 kambing didistribusikan untuk masyarakat Lombok Timur di sejumlah titik: Rurung Barat, Sembalun Lawang, Dasan Telaga, Dangka, Lauk Rurung, dan Batujalik.

“Alhamdulillah, ini menjadi pelipur lara bagi kami yang tengah diterpa musibah gempa bumi. Kami benar-benar berterimakasih  pada saudara-saudara kami yang telah peduli,” kata seorang warga, Abdullah atau karib disapa Ama Safira.

Di sudut Indonesia lain, Green Kurban pun menyentuh Kampung Maibo dan Warmon Kokoda di Papua Barat. Menurut relawan Green Kurban, Maftuh Supriadi, momen Idul Adha menjadi wadah syi’ar bagi Green Kurban untuk warga Papua Barat yang jarang mencecap dakwah Islam.

Sementara itu, di tapal batas negeri, tepatnya di di camp pekerja Sawit Bernyoko, Sebatik Kab Nunukan, patok 12 perbatasan Indonesia-Malaysia Kalimantan Timur yang terisolir dan terpencil, Green Kurban menyalurkan satu ekor sapi. Menurut Yusuf, warga setempat, telah puluhan tahun warga Sebatik tak pernah mengenal daging kurban. Tak ada yang sanggup berkurban, karena untuk hidup sehari-hari saja kepayahan.

 “Waktu sapi kurban datang, mereka bertanya: apakah kami harus membayar kurban ini? Apakah sapinya dipotong dari gaji kami? Saya bilang tidak, ini sumbangan dari donatur Sinergi Foundation,” kata Yusuf.

Di Aceh, kisah lain menghampiri. Datuk Penghulu (kepala desa – red) Suka Makmur Kecamatan Sekerak, Abdul Latief mengucapkan syukurnya pada Sang Maha dan berterimakasih pada pihak-pihak yang telah menggelar Green Kurban di Kampung Suka Makmur dan sembilan kampung lainnya di Aceh.

“Saya berharap, kedepannya, penyaluran hewan kurban lainnya bisa seperti yang Sinergi Foundation lakukan, yakni dikirim ke daerah pedalaman,” katanya.

Menurut CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia, Green Kurban memang ditujukan untuk masyarakat yang berada di wilayah minus Indonesia. Telah sejak 2013, Green Kurban menyasar wilayah terpencil, miskin, rawan bencana, rawan akidah, rawan gizi, dan rawan konflik.

“Sehingga, distribusi hewan kurban tidak tersentralisasi di daerah perkotaan,” kata Ima.

Green Kurban sendiri adalah inovasi program kurban plus penghijauan, di mana dari satu hewan yang Anda kurbankan, turut ditanam satu pohon sebagai ikhtiar hijaukan bumi.  Terhitung sejak pendiriannya, sebanyak 113.767 jiwa telah merasakan manfaat dari program Green Kurban. []

No votes yet.
Please wait...
Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.