Sejarah Wakaf di Zaman Nabi dan Sahabat

Pakar Sejarah Islam Dr. Raghib As Sirjani dalam Sumbangan Peradaban Islam Pada Dunia mengatakan bahwa Rasulullah mencanangkan kepada seluruh umat Islam, baik masyarakat umum maupun orang-orang terkemuka untuk menggiatkan wakaf.

Harta wakaf pertama dalam Islam, menurut Dr. Raghib  adalah beberapa tanah dari Mukhayyariq an Nadhiri. Ibnu Saad menuturkan dalam Thabaqat-nya dari Muhammad bin Ka’ab al al Qurzhi bahwa ia menagatakan,”barang wakaf pada masa Rasulullah adalab tujuh tanah oerkebunan di Madinah, yaitu : Al – A’waf, Ash Shafiyah, Ad Dallal, Al Muyatstsib, Burqah, Husni dan Masyribah Ummu Ibrahim.”

Ibnu Ka’ab mengatakan, “Umat Islam menggiatkan wakaf sesudahnya, dan kemudian dilanjutkan dengan anak cucu mereka,”

Masih menurutnya, sebagian besar sahabat juga menyerahkan harta wakaf pada masa Rasulullah dan sesudahnya seperti wakaf yang dilakukan Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, dan Ali bin Abu Thalib. Harta-harta wakaf ini kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan kebaikan.

Umar bin Khattab yang disebutkan bahwa perwakafannya diidistribusikan kepada orang-orang fakir dan sanak kerabat, pemerdekaan hamba sahaya, perjuangan di jalan Alah, para tamu, pengembara, dll.

Masalah harta wakaf ini tetap berada dalam kekuasaan orang yang mewakafkan atau pengawas perwakafan sebagaimana disebutkan dalam syarat orang yang mewakafkan dan belum dicampuri pemerintah Islam secara langsung hingga Taubah bin Namr al hadrami  yang menjadi hakim kekhalifahan Bani Umayyah al Qadhi menjabat sebagai hakim di Mesir. (sumber " tabloid Alhikmah)

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.