Sabasa, Produk Pemberdayaan Khas Ciwangi

Ketika kita membicarakan program pemberdayaan dari berbagai daerah, pasti tidak terlepas dari makanan khasnya.  Tahukah pembaca, di Lumbung Desa Ciwangi pun ada satu panganan khas yang bernama “SABASA”. Sabasa sendiri adalah singkatan dari “SATU BAHASA”, sebuah istilah dengan arti mendalam atas perjuangan para petani untuk mewujudkan salah satu panganan khas daerahnya.

Sabasa sendiri tercetus dari setiap kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) Lumbung Desa yang berada di desa Ciwangi, yang masing-masing kelompok tani memiliki makanan khasnya masing-masing. Diantaranya kelompok tani Kerta Rahayu dengan produk berbagai keripik, seperti pisang dan singkong, kelompok tani Hegar Wangi dengan sebringnya, kelompok tani saluyu dengan kecimpringnya, kelompok tani puspa reuma dengan wajitnya, dan kelompok lainnya dengan pengembangan produk-produknya.

Sejauh ini produk pemberdayaan yang telah berkembang adalah sebring yang dikelola oleh KWT (Kelompok Wanita Tani) Bojong, dimana proses produksi dialihkan dari kelompok tani hegar wangi kepada kelompok tani wanita sejahtera, yang sekarang dalam masa pemasaran di wilayah sekitar dan sedang memasuki penjualan online, selain itu juga sedang dilakukan riset pengembangan rasa.

“Setelah dilakukan evaluasi, dapat ditarik kesimpulan bahwa “SABASA” harus ada pengembangan rasa baru dengan packaging yang menarik dan harus menyasar remaja yang notabene selalu update mengenai makanan khas, dan hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi saya sebagai pendamping Lumbung Desa Ciwangi, untuk terus selalu berinovasi,” kata Rahmi Indriyani, LD Ciwangi. []

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.