RBC Optimalkan Tindakan Preventif Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan

SF-UPDATE,–  Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Jawa Barat tergolong tinggi. Tahun 2015, Dinas Kesehatan Jabar merilis jumlah AKI tembus di angka 800 kasus. Menanggapi hal ini, Dokter Pelaksana Harian Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC), dr. Dewi Noor Ainy menyatakan untuk meminimalisir hal tersebut RBC senantiasa melakukan tindakan preventif.

“Untuk menekan angka kematian, baik pada ibu dan anak, kita senantiasa mengedepankan program-program yang bersifat pencegahan (preventif),” ucap dr. Dewi

Dr. Dewi mencontohkan, sekiranya ada yang mau melahirkan, pasien akan dicek di Poli Hamil untuk diobservasi, itu untuk kondisi pasien yang pembukaanya di bawah empat. Di atas itu, jelas dr. Dewi, pasien akan dibawa ke ruang melahirkan dan observasi dilakukan di sana. 

Observasi bertujuan memantau tanda-tanda vital pada ibu dan keluhan yang bersifat subjektif. Selain kondisi ibu, sebagaimana standar prosedur di fasilitas kesehatan lain, dilakukan juga pemantauan kondisi janin. Seperti denyut jantung, pengukuran penurunan kepala janin, dan sebagainya. 

“Semakin dini pendeteksian, akan meminimalisir risiko yang tak diinginkan, seperti kematian ibu melahirkan, karena dengan demikian bisa dilakukan tindakan preventif lainnya. Misalnya dirujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni untuk menanganinya,” kata dr. Dewi yang bergabung di RBC sejak 2012 silam. 

Jebolan kedokteran Universitas Airlangga Surabaya ini meyakini dalam menangani ibu hamil serupa merawat dua nyawa. Karena itu, ia dan rekan-rekan lainnya betul-betul memperhatikan standar prosedur pemeriksaan ibu hamil. Di antaranya, mereka begitu teliti dan sabar mengecek kondisi pasien, sekecil apa pun keluhan-keluhan yang dirasakan. Kemudian, tak lelah mengedukasi pasien yang merupakan member di RBC agar menaati pemeriksaan rutin. 

Alhamdulillah di sini para bidan senantiasa bersinergi dan berkoordinasi dengan baik, khususnya terkait monitoring jadwal kontrol kelahiran. Bahkan kalau terlambat tiga hari dari jadwal kontrol, kita akan telepon atau datang ke rumahnya,” kata dr. Dewi. 

Terkait asupan gizi pun tak luput dari perhatian. Ini salah satu benefit menjadi member RBC. Pada saat usia kehamilan trimester ketiga misalnya, selain dianjurkan untuk mengikuti senam hamil, usai kegiatan itu pasien diberikan makanan dan minuman bergizi. 

Menjelaskan lebih dalam, salah satu petugas RBC, bidan Endah tahu betul bahwa mayoritas pasien RBC adalah mereka yang papa, tentu risiko kurangnya nutrisi itu begitu tinggi. Efek yang paling sering ditemui adalah pasien menderita anemia. Salah satu adalah potensi gizi buruk pada ibu hamil dan janin yang di kandungnya. Sebab selama hamil asupan makanan yang bergizi tidak terpenuhi. 

“Beberapa tahun terakhir ini, saya belum pernah menemukan kondisi ari-ari bayi yang bagus. Semua kondisinya ada di grade 4; ari-arinya kasar, berwarna putih, dan tidak bisa berkembang. Selain karena polusi udara atau suami yang merokok, asupan nutrisi juga berpengaruh,” jelas bidan Endah dalam suatu kesempatan yang berbeda.

Sebagai tindakan pencegahan, untuk ibu hamil dengan berat bayi kurang, RBC memberikan makanan tambahan tinggi protein seperti telur atau susu.

Pemberian tambahan makanan ini juga berdasarkan hasil USG dan anjuran dokter. Pada ibu menyusui yang suplai ASI-nya kurang mendukung dan kondisi bayi dengan berat badan di bawah garis merah pada KMS juga diberi bantuan susu formula sampai berat bayinya ideal.

Penulis: Maharevin

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?