Ratusan Jamaah Padati Kajian Dhuha yang Digagas MT Pusdai dan Sinergi Foundation

SF-UPDATE,– Ratusan jamaah ikuti kajian dhuha yang digelar Majelis Taklim Pusdai Jabar bersama Sinergi Foundation, Kamis (28/07/2016). Mengusung tajuk “Ibadah Istiqomah, Raih Keberkahan Hidup”, kajian ini mengundang asatiz Masjid Al Lathiif Bandung, Ustaz Evie Effendie. Ia menerangkan, kunci hidup barokah di antaranya iman, ilmu, ikhlas,  Istighfar, Istiqomah, dan isti’anah.

Ustaz Evie berpendapat, Segala sesuatu perbuatan itu harus dilandasi ilmunya agar tidak merugikan orang lain. Sementara dasar dari ilmu itu, dilakukan karena adanya iman.

“Iman dan ilmu itu penting, tapi agar pengaplikasiannya maksimal, keduanya harus dilakukan dengan ikhlas,” lanjut Ustaz Evie Effendie.

“Ikhlas itu amal yang berat. Mari kita belajar dari surat al Ikhlas, tidak ada dalam surat tersebut lafaz ikhlasnya disebutkan. Itu artinya, ikhlas itu adalah perbuatan bukan cuma diucapkan,” lanjutnya di hadapan ratusan jamaah yang memadati Aula Bale Asri Pusdai.

Ustaz Evie melanjutkan dengan mengutip perkataan Imam Syafii. Kenapa kita masih hidup di dunia ini, ia menjawab, agar kita beristighfar. Karena, katanya, setiap anak Adam tidak pernah terlepas dari kesalahan.

ia mengajak, bertaubatlah sebelum ajal tiba karena ajal datang tidak menunggu taubat kita. Wujud dari pertaubatan adalah dengan beristighfar.

Selanjutnya adalah Istiqomah. Ketika ingin bertaubat, maka senantiasa ada ujiannya. Inilah yang menguji keistiqomahaan kita. Istiqomah dalam berkeyakinan kepada Allah, bahwa ketika Allah ada masalah tiada.

“Kita tahu keistiqomahan Ismail jadi syariat qurban, istiqomah Hajar berbuah zam-zam, ini keberkahan dari keistiqomahan,” lanjutnya.

Terakhir, katanya, istianah jangan merasa bisa, tapi bisa merasa. Maka bermohonlah kepada Allah berlindung dari godaan Setan yang memalingkan. Selesaikan masalah kehidupan dengan shalat dan tilawah. []

Penulis : Mahar

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.