Pengorbanan Ibu Demi Masa Depan Mayang Sari

SF-UPDATES,– Ia memiliki impian, mengharap masa depan gemilang. Namun, semuanya harus ia redam, masa depannya harus ia tahan. Mayang Sari (12), seorang anak perempuan asal  dusun Awi Lega, Wado, Sumedang, mengidap penyakit ginjal dan harus melakukan cuci darah setiap seminggu dua kali. Usianya masih sangat dini, banyak hal yang bisa ia lakukan dan rasakan, seperti bermain, sekolah, dan memiliki banyak teman. Tapi takdir berkata lain. Apalagi ia sudah di tinggal bapaknya. Mayang hanya hidup bersama ibu dan juga kakak-kakaknya.

Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu. Dulu, ibunya bekerja sebagai pedagang roti keliling dan kakaknya yang paling besar bekerja di pabrik. Sebetulnya, upah yang dihasilkan bisa memenuhi kebutuhan mereka. Akan tetapi, menginjak satu tahun, ketika Mayangsari divonis mengidap penyakit ginjal, ibunya terpaksa berhenti berjualan dan sang kakak berhenti bekerja di pabrik karena harus mengantar Mayangsari untuk melakukan cuci darah.

Ibu dan sang kakak sulung lah yang selama ini menjadi penopang rumah tangga. Namun sejak itu, keduanya sibuk menjaga dan mengurusinya. Sang kakak banting setir menjadi tukang ojeg dengan penghasilan tak seberapa. Paling tinggi, penghasilan yang ia dapatkan hanya mencapai 50 ribu perhari, itu pun sangat jarang.

Sang ibu hanyalah seorang single parent. Ia bekerja keras melawan kerasnya kehidupan. Setiap seminggu dua kali, ia bolak-balik Sumedang-Bandung untuk mengantar Mayang Sari yang harus melakukan cuci darah dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Apalagi dengan ongkos 200 ribu yang memberatkan, sebab ia hanya mengandalkan penghasilan dari sang sulung yang penghasilannya minim.

Qadarullah, mereka dipertemukan dengan Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) Sinergi Foundation. Beban mereka sedikit demi sedikit terangkat, sebab SPM memberi bantuan ongkos perjalanan, juga 10 kilogram beras. Ditambah, Mayang Sari mendapat tas baru yang bisa ia pakai untuk mengejar cita-citanya. Kedepannya, SPM juga mengarahkan agar orangtua Mayang Sari mengajukan tebus obat, hingga biaya pengobatan Mayang Sari bisa teringankan.

Ada banyak lagi para penderita hemodialisa di sudut-sudut Indonesia. Mari bersama ringankan beban mereka. Insya Allah, sebesar apapun donasi anda mengembalikan senyum mereka.

Transfer donasi:

BCA 008 305 3442
a.n Yayasan Semai Sinergi Umat

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?