Zakat Perdagangan

 

Pengertian dan Perhitungan Zakat Perdagangan

Harta perdagangan adalah segala sesuatu (kecuali uang) yang dimaksudkan untuk diperjualbelikan guna mencari keuntungan. Harta perdagangan seperti makanan, pakaian, kendaraan, barang-barang industri, barang tambang, hewan, tanah, bangunan, dan lain-lain.

Harta yang digunakan sebagai pendukung dalam kegiatan perdagangan seperti rak, mobil operasional, dll tidak dihitung dalam harta perdagangan yang wajib dizakati, kecuali jika barang-barang tersebut yang diperjualbelikan. Obyek harta perdagangan yang wajib dizakati adalah harta yang halal untuk diperdagangkan / diperjualbelikan menurut Islam atau barang-barang dengan produk yang halal.

Nishab harta perdagangan sehingga menyebabkan wajib zakat adalah sama dengan nishab emas yaitu 85 gram atau nishab perak yaitu 595 gram.

Perhitungan haul zakat perdagangan dimulai ketika memulai usaha dengan nilai modal (baik berupa uang maupun barang) yang mencapai nishab. Kemudian setelah satu tahun  Hijriyah, hartanya dihitung apakah mencapai nishab atau tidak. Jika mencapai nishab maka telah wajib zakat atas harta perdagangannya.

Dalam perdagangan yang dimaksud dengan harta perdagangan adalah sebagai berikut:

  1. Kekayaan dalam bentuk barang (stok barang yang diperjualbelikan).
  2. Uang tunai (berupa modal dan keuntungan), baik kas maupun bank.
  3. Piutang

Yang dimaksud dengan harta perdagangan wajib dizakati adalah jumlah ketiga bentuk harta tersebut diatas dikurangi pengeluaran atau kewajiban seperti biaya operasional, utang, pajak, dan lain-lain. Apabila mencapai nishab (senilai 85 gram emas) dan berlalu satu tahun Hijriyah (haul), maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5% dari harta perdagangannya. Zakat harta perdagangan bisa dibayarkan dengan mata uang yang berlaku atau juga dalam bentuk barang yang diperdagangkan.

 

Menghitung Zakat Perdagangan

Total Barang Dagangan (stok pada saat itu)   Rp. …………………
Total Uang (berupa modal dan keuntungan)   
a.  Kas                                                                   Rp. …………………
b.  Bank Rp. …………………
Total Piutang Rp. …………………
Total Hutang  Rp. …………………
Total Pajak Rp. …………………
Total biaya operasional Rp. …………………
Harta yang wajib di zakati  
Jumlah Harta Perdagangan – Jumlah Kewajiban Rp. …………………
Besar Nishab Harta Perdagangan  
Harga emas saat ini (/gram)  Rp ………….. x 85 gram  Rp. …………………

                          

Jika jumlah harta perdagangan yang wajib di zakati lebih kecil dari nishab harta perdagangan maka tidak wajib zakat. Dianjurkan untuk berinfak dengan nilai yang tidak ditentukan besarnya.

Jika Jumlah harta yang wajib di zakati lebih besar dari nishab harta simpanan makan wajib zakat, dengan hitungan:

Jumlah Harta Perdagangan yang wajib di zakati Rp. …… X 2,5% =  Rp.………

 


Lokasi Kantor Sinergi Foundation

 




Members of Sinergi Foundation



Mitra Corporate





Rumah Bersalin Cuma-Cuma

Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC) merupakan institusi pelayanan kesehatan bagi Ibu dan Anak dari kalangan dhuafa, khususnya dalam bidang persalinan secara Cuma-Cuma dengan mengedepankan pengelolaan professional dan pelayanan maksimal

Paket Donasi :
Paket Ibu
Rp.500.000,-
Paket Anak
Rp.250.000,-
Beasiswa Pemimpin Bangsa

Beasiswa Pemimpin Bangsa Sinergi Foundation (BPB) adalah program beasiswa pendidikan terpadu dengan sistem asrama, bagi mahasiswa berprestasi dari kalangan dhuafa pada perguruan tinggi negeri di Indonesia

Lumbung Desa

Merupakan sebuah gagasan yang diinisiasi Sinergi Foundation, sebagai upaya mengembalikan desa kepada khittahnya: Desa sebagai sumber pangan Indonesia. Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani. Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta

Sign Up for Kabar Sinergi