Sinergi Foundation

merupakan lembaga independen milik publik yang berupaya mendorong serta membangun kolaborasi
menuju masyarakat yang mandiri, produktif dan berkarakter
 

Tim Firdaus Memorial Park Jemput Jenazah TKW Yang Meninggal 'Misterius' di Malaysia

Senin, 28 Maret 2016 11:30 WIB | Admin - Sinergi Foundation
 

 

SF-UPDATE,-- Relawan Firdaus Memorial Park turut mengurus pemulasaran seorang tenaga kerja wanita yang dikabarkan meninggal di Malaysia, Sabtu (26/03/2016). Jenazah sampai di Bandara Soekarno Hatta – Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. 

“Jenazah diberangkatkan dari Malaysia sekitar pukul 6 pagi dan tiba di bandara 5 jam kemudian,” kata salah satu relawan, Rifki usai pemulasaran jenazah. 

“Lalu kita berangkat dari bandara pukul 11, sampai di Bandung jam 2. Jenazah dimakamkan di TPU di daerah di Kampung Cangkring Kecamatan Baleendah, karena ada makam keluarga di sana,” lanjutnya.

Perempuan bernama Nenden Sri Indraeni (45 thn) ini hampir sepuluh tahun tidak ada kabar. Kematian warga Kampung Babakanleuwi Bandung ini meninggalkan sejumlah tanda tanya di pihak keluarga. 

Nenden berangkat ke Malaysia melalui perusahaan jasa tenaga kerja PT. Mutiara di Bekasi pada 2006. Ia dikabarkan meninggal dunia di rumah sakit Malaysia, Ahad (20/3/2016). Keluarga almarhum menerima kabar duka pada Selasa (22/3/2016) pukul 18.30 WIB. 

Dilansir dari Pikiran Rakyat, salah seorang anaknya, Kiki Taryana (24) mengatakan tidak ada kejelasan mengenai sebab kematian ibunya yang hampir 10 tahun bekerja di Malaysia itu. “Katanya lemah jantung kekurangan darah, tetapi katanya diautopsi, simpang siur, agennya tidak menjelaskan dengan detail,” kata Kiki. 

Selama 10 tahun itu, Kiki menceritakan tidak pernah ada komunikasi dan informasi apa pun tentang ibunya. Bahkan, kiriman uang gaji yang kabarnya setiap bulan dikirim almarhumah Nenden tidak pernah ia terima. 

“Bertahun-tahun mencari, tahu-tahu dapat kabar meninggal. Sedih sekali,” tandas Kiki. 
Segala data tentang kematian almarhumah tengah dalam urusan kepolisian setempat. Seperti yang dituturkan Rifki, surat kematian dibawa polisi. Sebab kematian almarhumah ini masih simpang siur. 

“Semua dokumen seperti surat kematian, diagnosa, ada di sebuah amplop coklat, kami tidak berani membuka itu, biar polisi yang menangani,” tandasnya. []

penulis : Nurullah


 

Lihat Berita Lainnya



Members of Sinergi Foundation