Sinergi Foundation

merupakan lembaga independen milik publik yang berupaya mendorong serta membangun kolaborasi
menuju masyarakat yang mandiri, produktif dan berkarakter
 

Firdaus Memorial Park Oleh Erie Sudewo

Rabu, 08 April 2015 14:21 WIB | Admin - Sinergi Foundation
 

Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park - Sinergi Foundation Bandung

Abu Bakar ra bertanya: “Hai Aisyah, dengan apa Nabi SAW dikafankan?” Aisyah ra menjawab: “Dengan tiga helai kain, Ayah”. “Siapkan aku satu pakaian saja. Lalu tambah yang sudah terpakai. Dan tambah lagi yang sudah terpakai”, kata Abu Bakar ra di akhir hayat.

Aisya terperajat: “Kenapa harus yang bekas?” Abu Bakar ra jelaskan: “Kebutuhan orang hidup lebih diutamakan daripada yang mati”. Ini jawaban mumin. Paham apa yang dibawa menghadap Rabb-nya. Beda dengan muslim yg masih ada hasrat. Kain kafan pun yang terbaik.

Intinya bicara kesederhanaan. Ke-1, kebutuhan mayit tak lagi sama. Saat hidup berpakaian sesuai keperluan. Beda tuntutan. Andai malam ada pakaian tidur, liang lahat pun punya pakaian khusus. Apa itu? Pakaian orang beriman itu taqwa. Akhlak yang baik.

Akhlak yang baik pasti bisa bedakan tuntutan. Untuk liang lahat, akhlak baik hanya siapkan tanah utk mayit seukuran 1 x 2 meter. Ukuran itu bisa untuk satu keluarga. Tinggal disusun dari bawah ke atas. Seperti di pemakan Baqi di Madinah.

Tanah kuburan itu tanah tak produktif. Tak akan berkembang. Saat hidup ada rumah tumbuh. Saat mati tak ada kuburan tumbuh. Maka bagaimana mungkin kuburan di kavling begitu luas. Hanya untuk satu jasad, butuh sekian ratus meter. Ini jelas mubadzir.

Soal lain muncul. Ternyata tanah yang digunakan untuk kuburan tanah-tanah produktif. Sekian ratus hektar. Ini rugikan yang hidup. Karena di pelosok, tanah produktif itu bisa dibeli murah. Yang bagi orang pelosok, harga beli itu sudah berlebih-lebih.

Tanah yang mustinya bisa jadi sumber kehidupan, dan hasilkan bermacam sayur dan buah, jadi mati cuma diisi jenazah. Lantas dengan promosi aduhai, tanah kuburan itu dijual dengan harga fantastik. Laku lagi. Manusia benar-benar jual mimpi.

Soal lain kuburan mewah itu jadi peneguh status sosial. Mayit tak butuh itu semua. Ini cuma sudut pandang keluarga yang masih hidup. Di satu sisi, keluarga ingin beri yang terbaik bagi almarhum. Di sisi lain, itu kebutuhan pertahankan status di hadapan yang masih hidup.

Islam tak benarkan dan tak bolehkan itu semua. Jangan-jangan ahli kubur malah disiksa karena kuburan mewahnya. Pesan Rasulullah SAW tegas. Tak boleh ada bangunan di atas kuburan. Jangan bersiasah. Tak ada bangunan tak apa. Tapi keluarga ikutkan dalam kompleks pemakaman ekslusif dan mewah.

Ziarah kubur itu bukan ziarah kemewahan. Ziarah kuburan bukan ziarah prestisius. Ziarah kubur adalah ziarah salam. Ada adabnya, mengucap salam. Doa anak semoga jadi kebaikan ahli kubur.

Siram pusara dengan air. Semoga jadi penyejuk alam kubur. Akar-akar dalam tanah bertasbih. Moga juga jadi peneduh alam barzah. Apalagi jika si mayit dikebumikan tetap dengan amal jariah. Maksudnya? Jasad yang dikebumikan tetap punya kontribusi untuk beramal.

Untuk itu sejak Desember 2013, Sinergi Foundation (SF) Bandung membuat kompleks pemakaman Firdaus Memorial Park (FMP). FMP yang dibuka seluas 26 hektar ini terletak di tepi Tol Cipularang Km 106 Purbaleunyi. Desa Ciptagumati Cikalong Wetan Bandung Barat.

Untuk siapa FMP ini? Bagi siapa saja. Dengan uang Rp 11 juta, kita memperoleh sesuatu yg belum ada di Indonesia. Apa saja?

Tiap pemesan dapat 2 kavling dan 1 kavling utk dhuafa. Dari Rp 11 juta itu pun disisihkan untuk sedekah atau wakaf produktif. Pemesan bisa gunakan utk dirinya dan keluarganya. Tiap kavling bisa dihuni 3 jenazah. Maka satu keluarga bisa disemayamkan di FMP.

Kavling untuk si miskin disiapkan seluas 5 ha dari 26 hektar. Ini semua hasil jariyah dari pemesan kavling di FMP. Sedekah atau wakaf produktif dari sisihan Rp 11 juta itu, digunakan usaha produktif. Termasuk bangun lumbung desa yang gencar dilakukan SF. Hasil usaha produktif itu, digunakan untuk operasional. Dari mengurus jenazah, kebumikan, hingga rawat FMP, semua butuh biaya.

FMP memang terobosan baru. Yang wafat pun masih bisa memberi kontribusi bagi kehidupan orang lain.

Anda minat? Hubungi Sinergi Foundation di 022 – 251 3991 dan 022 – 612 0218. Fax di 022 – 251 1865 dan 022 – 612 0130.

Oleh: Erie Sudewo

————————————–

Artikel ini diadaptasi dari  http://indonesiaberkarakter.org/firdaus-memorial-park/ Follow akun twitter @ErieSudewoID untuk kultwit terbaru.



Related News


 

Lihat Berita Lainnya



Members of Sinergi Foundation