“MESKI TERANCAM GEMPA, kami ingin segera sekolah…”

Sewaktu gempa bumi berkekuatan 7.0 skala richter menghentak Dusun Jorong, Sembalun, Lombok, semua orang ricuh. Panik. Masyarakat tergopoh-gopoh keluar, menyelamatkan dirinya sendiri.

Dan bangunan-bangunan itu luluh lantak. Hancur, disertai longsor di Pusuk Sembalun, bukit tak jauh dari sana. Kini, rumah-rumah mereka berganti tenda.

Ira, Eksa, dan Gela, tiga gadis cilik asal dusun Rojong, sedih mendapati kondisi mereka. Tak ada rumah untuk bernaung. Hanya tenda, yang di dalamnya berjejal 70 orang per tenda. Benar-benar sesak.

Kegalauan hidup mereka itu kadang dituangkan dalam media sosial. Bukan untuk mencari perhatian, Ira dan kawan-kawan hanya butuh tempat untuk mencerahkan isi hati.

“Sudah tak ada rumah, dan di sini kami tak punya apa-apa,” kata Ira.

Sekolah mereka sudah roboh. Ada bangunan yang retak, tapi sudah tak layak. Sementara itu, pemerintah meliburkan sekolah sejak lebih dari dua minggu lalu. Dengan kondisi bangunan porak poranda, bagaimana mereka bisa sekolah? Sampai kapan?

Mereka masih takut ada gempa bumi. Apalagi, dusun Jorong dikelilingi lembah, hingga empuk sekali jadi ‘sasaran’.

“Kami masih sangat trauma, tapi tak bisa begini terus. Walau masih sering gempa, kami mau sekolah…”

Mari berikan dukungan terbaik Anda, dan kuatkan mereka.

Klik di sini

Atau transfer donasi ke:

Bank Syariah Mandiri 7060300709
a.n Sinergi Foundation

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.