Mengenal Para Dhuafa di Sudut Ciwangi

Mari berkenalan dengan salah seorang yang dapat menggetarkan hati dan membuat siapapun yang melihat merasa iba dengan keadaan yang dia alami. Ketika tim Lumbung Desa dari Sinergi Foundation sedang melakukan observasi wilayah di Kp. Bojong Ds. Ciwangi Kec. Limbangan Garut, kami terhenti sejenak di sebuah rumah yang sangat sederhana. Rumah itu terbuat dari anyaman bambu dan hanya muat untuk tidur saja. Terlihat sosok yang orang tua yang rapuh dan kami perlahan-lahan mendekat dan ketika mendekat, kami dikejutkan dengan kondisi kaki beliau yang dapat dikatakan sudah mulai tidak bisa berjalan, dan betul saja ketika dia berjalan harus dibantu dengan tongkat. 

Kami pun tertarik untuk berbicara lebih lanjut dengan kakek paruh baya tersebut. Dengan nada yang sedih dia menjelaskan asal-usulnya kepada kami. Diketahui namanya adalah Entis, sekarang berusia 64 tahun yang hidup sebatang kara karena ditinggal mati istrinya 3 tahun lalu, terlebih dia tidak memiliki sanak saudara, dan yang memprihatinkan untuk sekedar makan dia hanya mengandalkan bantuan dari warga sekitar. Diketahui Entis adalah orang Cicendo Bandung, namun ketika dia menikah, dia memutuskan pindah ke Garut ikut dengan istrinya. Sanak saudara yang diapunya di Cicendo Bandung diketahui berada di luar pulau Jawa, karena memang asal-usul keluarganya memang perantau.

Diharapkan nantinya dengan adanya pendampingan Lumbung Desa (LD) terhadap poktan yang ada dapat membantu kaum Dhuafa seperti Entis untuk meringankan beban hidupnya. Sebab melalui Lumbung Desa, produktivitas setiap warganya diharuskan meningkat, sehingga kesejahteraan turut melejit pula. Pun, melatih warga setempat untuk jadi penggerak desa dalam pengolahan pertanian yang baik dan benar, sekaligus pengelolaan pasca panennya, dan membantu fakis miskin di desa tersebut yang sejogjanya menjadi tanggung jawab warga desa.

Lumbung desa merupakan program ketahanan pangan dalam bentuk gerakan pembentukan usaha produktif yang berbasis kepada potensi lokal pedesaan, seperti: sawah, kebun, ternak maupun home industry. Upaya ini diwujudkan melalui proses peningkatan produksi. Inti Lumbung Desa adalah mengembalikan desa kepada khitahnya: Desa sebagai sumber pangan Indonesia.Mengangkat harkat dan martabat desa, khususnya para petani.  Dampak luasnya, menciptakan kedaulatan pangan di negeri tercinta.

*Ditulis oleh pendamping Lumbung Desa Ciwangi, Rahmi Indriani dan Gagan Setiawan.

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?