berdoa, mukmin, mutiara hikmah

Mengapa Kita Perlu Berdoa?

Kita mengenal shaum-shaum wajib seperti di bulan Ramadhan. Kita juga mengenal shaum sunnah yang bisa kita lakukan kapan saja. Di antara keistimewaan orang-orang yang sedang shaum adalah doa-doanya diijabah. Orang-orang yang sedang shaum ketika ia mulai shaum sampai berbuka, doa-doanya diijabah.

Tentu bukan berarti orang yang tidak shaum doanya tidak diijabah, namun ini memberikan sebuah  keistimewaan, sebuah penekanan keistimewaan bagi orang yang shaum, betapa indahnya ketika Allah memberikan kepada kita kesempatan bahwa dalam kita shaum doa kita diijabah.

Ayat yang begitu indah terselip diantara ayat tentang perintah berdoa, “… dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, katakan wahai Muhammad bahwa Aku dekat, Aku akan ijabah setiap orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu, beriman kepadaKu dan melaksanakan perintah-perintahKu.”

Sungguh berbahagia untuk kita yang beribadah dengan suasana haru, dengan suasana ketaatan, berusaha taat, sebagai hamba yang kelak insya Allah, Allah golongkan sebagai hamba yang bertakwa.

Apakah kita memerlukan doa? Sangat. Untuk siapa? Untuk diri kita. Urusan kita banyak, ada urusan yang paling utamanya adalah urusan rumah tangga yang tidak selesai-selesai, ada urusan utamanya adalah urusan harta yang senantiasa kurang tak pernah cukup, ada yang hartanya banyak tapi rasanya tidak berkah.

Keluarga memang ada, tapi selalu muncul persoalan. Ada keluarga ada persoalan, tidak ada keluarga ada persoalan. Ada yang urusan bisnis yang tak berkesudahan, siang jadi malam, malam jadi siang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, capek sekali.

Namun semuanya tidak dirasa sampai pada kecukupan, dengan begitu banyak persoalan hidup kita, maka kita memerlukan doa. Doa adalah permohonan hamba pada Allah yang menjadi simbol pertemuan antara keyakinan  akan kemahakuasaan Allah dan kita harus berikhtiar untuk mencapai apa yang kita inginkan.

Saat bulan Ramadhan, kita mendapatkan keistimewaan tambahan, sampaikan doa-doa dan permohonan kita dengan penuh keikhlasan, diawali doanya dengan dzikir, diawali dengan mengagungkan nama Allah.

Dimulai dengan bersholawat kepada Rasulullah SAW, lantas kita ajukan permohonan kita dengan sepenuh keyakinan, doa didadasari keyakinan, kalau urusan-urusannya mengenai urusan akhirat, permintaan kita jelas.

Kita minta dimasukkan ke surga dan dijauhkan dari neraka, tidak ada pilihan. Tapi kalau urusannya urusan dunia kita berendah hati kepada Allah. Ya Allah kalau yang kami minta ini baik bagi diri kami, bagi agama kami, bagi hari akhir kami, bagi keluarga kami, maka mudahkan kami untuk mendapatkannya.

Namun kalau yang kami minta ini tidak baik bagi kami, karena ilmu kami sangat terbatas, sehingga sering kali kami tidak mampu menebak dengan tepat, mana yang baik dan mana yang tidak gantikan dengan yang lebih baik. Aamiin.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh) maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya (memperbanyak dzikir dan do’a) agar kamu beruntung”. (QS. Al Anfal : 45).

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?