Masyarakat Indonesia Kian Peduli Lingkungan

SF-UPDATES,– Dari tahun ke tahun, gerakan penanaman pohon dan penghijauan mulai menunjukan adanya peningkatan. Ini bisa dibuktikan dari beragamnya kegiatan menanam yang digalakkan para pelajar, komunitas, bahkan pihak-pihak swasta.

Hal ini seiring dengan kian terkikisnya hutan Indonesia. Dilansir dari National Geographic, Senin (25/7/2016), sebuah studi membuktikan bahwa di tahun 2000 hingga 2012, Indonesia telah kehilangan lahan hutan primer sebesar 5,02 juta hektar. Lahan besar itu disebut seukuran negara Srilanka.

"Hutan-hutan Indonesia mengandung keanekaragaman hayati flora dan fauna yang tinggi, termasuk 10 persen dari tanaman dunia, 12 persen dari mamalia dunia, 16 persen dari reptil-amfibi dunia, dan 17 persen dari spesies burung dunia," tutur studi yang dimuat dalam jurnal Nature Climate Change itu.

Namun, dengan banyaknya masyarakat yang concern di masalah penghijauan, para ilmuwan menilai kondisi ini akan membaik. Salah satu pegiat lingkungan yang juga sempat menjabat Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan pun pernah berkomentar, "Harus ada rasa kebersamaan dalam gerakan ini, dengan demikian akan timbul budaya menanam. Dengan kondisi seperti ini, mudah-mudahan alam Indonesia bisa kembali pulih dalam 25 hingga 30 tahun mendatang," ujar Zulkifli.

Salah satu pegiat hijau itu ialah Sinergi Foundation, dengan program Green Kurbannya. Satu pohon ditanam, untuk setiap hewan yang dikurbankan. Sebanyak 18.501 pohon telah ditanam di wilayah-wilayah yang diyakini sebagai sentra dakwah, tersebar di pelosok-pelosok negeri.

Salah satunya, di Pondok Pesantren Salafiyah Miftahul Ridwan, Kasomalang Subang. Sejumlah seribu pohon buah disemai di tanah kosong milik pesantren. Kyai Sofyan, sang pengasuh pondok begitu antusias dengan program Green Kurban. Ia tak sekadar menunaikan amanahnya untuk menanamkan seribu pohon tersebut di lahan kosong, melainkan mengedukasi santri akan hikmah menanam pohon tersebut.

Seribu pohon produktif itu ditanam di areal tanah pesantren seluas hampir satu hektar. Sebanyak 670 pohon ditanam di lingkungan pesantren, dan sebagian lagi diberikan kepada pesantren cabang Miftahur Ridwan yang ada di Cijere. Sisanya, dibagikan ke masyarakat setempat, yang kurang lebih ada 25 kepala keluarga.

Direktur Fundraising Sinergi Foundation, Asep Irawan mengatakan, bahwa menanam pohon kini tampak biasa. “Dampaknya, memang tak akan langsung terasa. Butuh waktu cukup, untuk menuai hasilnya. Boleh jadi nanti di era generasi pelanjut cita-cita, pohon itu kelak akan terasa manfaatnya. Maka yakinkan, dengan doa dan sejuta harapan, benih pohon yang sekarang  ditanam, kelak akan menjadi warisan tak terperi bagi semesta, pun anak-cucu kita nanti,” katanya.

Ia menutup, “Kami mengajak seluruh kaum muslimin untuk bergabung bersama ribuan pekurban lainnya dalam program Green Kurban. Dengan demikian, ibadah kurban bukan hanya sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT yang direfleksikan dengan hewan sembelihan. Namun, juga menyentuh aspek pelestarian lingkungan.” []

Penulis: Aghniya Ilma Hasan

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?