Lupus, Tidak Membuat Harapan Pupus

SF-UPDATES,– Empat hari setiap bulannya Sopa Nurul Paoja (13) harus menanggalkan sekolah. Bukan karena bermain dengan teman-temannya atau membolos untuk mengunjungi pusat perbelanjaan. Sopa harus menjalani pemeriksaan rutin di Kota Bandung untuk mengobati penyakit lupusnya.

Anak ke-3 dari 6 bersaudara ini tak pernah sekalipun mengeluhkan penyakit yang dideritanya kepada Amin (53) dan Ikoh (42). Pun selama di sekolah, remaja yang duduk di bangku SMP ini selalu memperlihatkan semangatnya dalam menimba ilmu.

Meski begitu, biaya berobat Sopa tidaklah murah. Amin yang bekerja sebagai penjual baso cuanki di sekitar daerah Cisurupan, Garut, terkadang tak sanggup menutup ongkos berobat. Kadang kala Amin mengusahakan untuk meminjam terlebih dulu ke tetangganya agar dapat mengantar putrinya ke Bandung. Barulah nanti diganti dari pendapatan yang diperolehnya dari berkeliling menjajakan cuanki.

Untuk pemeriksaan, Sopa tidak dipungut bayaran karena memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi berbeda dengan obat, Amin harus menebus obat bulanan untuk dikonsumsi Sopa.

Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) Sinergi Foundation membantu meringankan beban mereka dengan menebus obat yang dibutuhkan Sopa. Amin sungguh berterima kasih dan bersyukur karena masih ada orang-orang yang mau menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu kaum pinggiran seperti dirinya.

“Alhamdulillah, terima kasih. Entah bagaimana nasib anak saya sebulan ke depan jika tidak menebus obat itu. Semoga Allah memberikan karunia-Nya kepada Sinergi Foundation dan para donatur yang membantu, terima kasih,” kata Amin terharu.

Mari salurkan donasi Anda untuk membantu kesembuhan kaum pinggiran yang kesulitan biaya pengobatan! []

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.