Lembaga Filantropi Atasi Kesenjangan Bertahap

SF-UPDATES,– Ketimpangan menjadi persoalan serius Indonesia. Lembaga filantropi bisa membantu mengatasi efek ketimpangan itu sebelum akhirnya naik pada advikasi kebijakan. Hal tersebut disampaikan Dosen Senior School of Social and Political Sciences University of Melbourne, Bagus Aryo.

Ia menjelaskan, potensi zakat Indonesia mencapai Rp 217 triliun per tahun. Kesadaran untuk membayar zakat juga belum besar. Beda dengan Malaysia dimana negara melembagakan zakat, memastikan keamanan dana zakat, dan memberi insentif bagi muzakki.

''Untuk mereka yang sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya, lebih laik diberi program pemberdayaan perupa pembinaan sebelum diberi modal usaha,'' ungkap Aryo dalam diskusi seputar SDGs di Jakarta, Rabu (1/3/2017).

Program pengetasan kemiskinan tak bisa hanya berupa bantuan. Program harus berkelanjutan dengan titik terminasi (berhenti) agar penerima manfaat tidak kecanduan, tapi benar-benar mandiri.

Bicara riil, kata Aryo, apa yang terjadi saat ini berkaitan dengan struktur ekonomi. Peran lembaga filantropi bukan pada level makro, tapi ke akar rumput. Ada yang bilang program lembaga filantropi itu program tensoplas (bandage program), belum bisa mengatasi akar masalah yang timbul.

Tapi menurut Aryo, lembaga filantropi bisa melakukan sesuatu. Baru perlahan masuk pada level advokasi. ''Karena kalau masuk advokasi lalu bicara sistem money making, riba, dan lain-lain, ada pertentangan. Di sana perlu agak garang,'' tutup Aryo.[rol]

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?