kurban, green kurban, batas terakhir kurban, kurban, dzulhijjah, green kurban

Kurban atau Akikah Dulu?

Akikah merupakan penyembelihan kambing juga, hanya berbeda sebab, waktu, dan ketentuan dengan sembelihan udhiyah. Akikah adalah hewan yang disembelih karena lahirnya seorang anak, baik laki-laki atatu perempuan. Waktu untuk menyembelihnya disunnahkan pada hari ketujuh sejak hari kelahirannya.

Di antara yang membuat resah masyarakat adalah munculnya pemahaman bahwa berkurban sebelum akikah, status kurbannya tidak sah.

Berkurban dan akikah adalah dua kewajiban yang berbeda. Dan keduanya tidak memiliki hubungan sebab akibat. Dalam arti, akidah bukan syarat sah kurban, dan demikian pula sebaliknya.

Pun, akikah dan berkurban, yang bertanggung jawab berbeda. Akikah merupakan tanggungjawab ayah (orang tua) untuk anaknya. Sementara kurban adalah tanggungjawab mereka yang hendak berkurban.

Karena itu, ketika si A belum diakikahi ayahnya, kemudian di tahun ini si A hendak berkurban, maka dia tidak bertanggung jawab untuk akikah terlebih dahulu, sebelum berkurban. Karena akikah, tanggungjawab ayahnya, dan bukan tanggungjawab si A. Sementara yang menjadi tanggungjawab si A adalah ibadah kurban yang akan dia laksanakan.

Al-Khallal meriwayatkan dari Ismail bin Said as-Syalinji, beliau mengatakan,

Saya bertanya kepada Imam Ahmad tentang seseorang yang diberi-tahu orang tuanya, bahwa dirinya belum diakikahi. Bolehkah orang ini mengakikahi dirinya sendiri? Kata Ahmad, “Itu tanggung jawab ayahnya.” (Tuhfatul Maudud, hlm. 58).

Akan tetapi, sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang waktu kecilnya belum diakikahi, kemudian ketika dewasa dia hendak berkurban, maka sembelihan kurban yang dia lakukan, sudah mewakili akikah untuk dirinya.

Al-Khallal menyebutkan riwayat keterangan dari Imam Ahmad,

Imam Ahmad menyebutkan bahwa sebagian ulama mengatakan, “Jika ada orang yang berkurban, maka sudah bisa mewakili akikah.”

Kami mendapatkan berita dari Ishmah binn Isham, dari Hambal (keponakan Imam Ahmad), bahwa Imam Ahmad pernah mengatakan, “Saya berharap, semoga kurban bisa mewakili akikah, insyaaAllah, bagi orang yang belum diakikahi.” (Tuhfatul Maudud, hlm. 58)

(disarikan dari www.konsultasisyariah.com)

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?