Klinik Wakaf Ibu dan Anak

SF-UPDATE,– 12 Tahun dedikasinya di ranah kesehatan ibu dan anak kalangan lemah (dhuafa), Rumah Bersalin Cuma-cuma (RBC) Sinergi Foundation (SF) kian mendapat tempat di hati masyarakat. Sepanjang waktu itu pula, selama 7 hari sepekan, 24 jam sehari, tak ada cerita libur melayani kaum pinggiran. RBC menjadi saksi kelahiran 6.772 bayi mungil dari keluarga kurang mampu, yang tengah berkutat dengan problem kemiskinan di negeri ini. Angka kelahiran itu jika dibagi 12, dan lalu dibagikan jumlah hari dalam setahun, maka rata-rata lahir 2 bayi saban hari di sana.

Selain persalinan, layanan yang dihelat di RBC antara lain: Pemeriksaan kehamilan, Kesehatan Ibu dan Anak, Imunisasi dan KB. Jika diakumulasikan sejak pendiriannya, maka per November 2015 tak kurang dari 116.477 kasus kesehatan ibu dan anak terlayani di RBC.

Untuk memenuhi layanan itu, dana masyarakat yang wajib dialokasikan untuk operasional RBC mencapai 1,5 – 2 Milyar pertahun. Jumlah ini terus meningkat seiring dengan kenaikan harga komponen-komponen pokok operasional, mengikuti laju inflasi tahunan.

Karenanya, gagasan untuk membuat satu sumber pendanaan ‘abadi’, yang kelak menjadi penopang keberlangsungan pelayanan RBC bagi kaum pinggiran, tentu saja sebuah keharusan, dan memang telah mengemuka sejak lama. Salah satunya wacana pendirian Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) berbasis Wakaf Produktif. Sebuah RSIA yang dikelola secara profesional dan bersifat ‘komersil’, yang membidik masyarakat menengah atas. Kelak, keuntungan atas pengelolaan RSIA tersebut, didedikasikan sebesar-besarnya untuk program-program SF di ranah kesehatan, salah satunya tentu RBC itu sendiri. 

Diskusi di internal SF pun intens dilakukan. Bagaimana agar gagasan ini dibuat secara komprehensif, mulai strategi hingga langkah-langkah taktis untuk menggapainya. Bukankah wacana tanpa karya nyata, seperti halnya tong kosong yang nyaring bunyinya?

Klinik Wakaf Ibu dan Anak pun disepakati menjadi Pilot Project ‘mimpi’ sumber dana abadi. Direncanakan Klinik tersebut akan berdiri di atas tanah seluas 2.500 M2, dengan luas bangunan 2000 M2. Di atas kertas, setidaknya diperlukan dana mencapai Rp 40 Milyar. Jumlah tersebut mencakup pembebasan lahan, pematangan, pendirian bangunan, pengadaan alat kesehatan, hingga operasional, yang ditargetkan rampung pada tahun 2021 mendatang. Amiin.        

Bismillah, sebagai langkah awal, penggalangan dana wakaf produktif lantas dilakukan. Paket nominal Wakaf Rp 5 Juta + 10% Infak (sosialisasi) mulai disampaikan. Target pembebasan lahan dan pembangunan pondasi dicanangkan pada tahun 2017 mendatang. Pra syarat terhimpun 1.000 wakif, dengan akumulasi nominal mencapai Rp 5 Milyar.

Maka  kami mengajak kepada segenap elemen peduli: donatur, mitra strategis, dan masyarakat peduli lainnya, untuk turut serta mendukung terwujudnya aset sosial masyarakat, Klinik Wakaf Ibu dan Anak. Semoga Allah  Ta’ala mencatatnya sebagai Investasi abadi, yang mengalirkan manfaat tak bertepi. Penolong di hari pertanggungjawaban, kelak. Amiin. []

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.