lumbung desa, mustahik, dhuafa, ciwangi, garut

Kisah Ade Jalaludin, Mustahik dari Lumbung Desa Ciwangi

Ditulis oleh Rahmi Indriyani dan Gagan Setiawan, pendamping LD Ciwangi

Ade Jalaludin namanya. Dia baru berusia sekitar 40 tahun, namun raganya sudah terlihat seperti 60 tahunan. Ketika kami melakukan observasi ke Kampung Lebak Jaya Desa Ciwangi kecamatan Limbangan Garut, tepat dipinggir jalan menuju arah Manyah Beureum, awal Juli lalu, kami bertemu kembali dengannya, yang sebelumnya memang menjadi penerima manfaat “Berbagi BBingkisan Dhuafa – Desa Ramadhan”.

Kami mengobrol banyak hal mengenai seputar kehidupannya. Kehidupan Ade sangat naas, karena dengan kondisi sakit-sakitan, Ade malah ditinggal pergi sang istri, yang menikah lagi. Ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Dia dikaruniai dua orang anak, yang diurus oleh ibunya di desa Pangeureunan.

Ade berkerja sebagai buruh, namun seringkali kurang maksimal karena keterbatasan fisik yang dia punya, bahkan terkadang dia menerima makanan dari warga sekitar untuk bertahan hidup.  Jika pergi ke rumahnya, kita akan menemukan rumah yang sangat kecil dan hampir roboh, dapat dikatakan sudah tidak layak huni.

Kondisi Ade Jalaludin ini semoga menjadikan kita senantiasa selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Allah SWT, seringkali kita tidak menyadari nikmat kesehatan, diberikan keluarga yang utuh, dan hidup secara cukup.

Sifat teguh dan pantang menyerah Ade Jalaudin ini adalah salah satu contoh dari berbagai kehidupan yang ada, dimana dia mampu bertahan hidup ditengah kerasnya dunia yang dia jalani. Semangatnya telah sampai kepada kami selaku tim Lumbung Desa Ciwangi agar tetap berjuang seperti apapun keadaannya.

Teman-teman bisa bantu mereka dengan berdonasi di sini

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Silahkan Tinggalkan Pesan anda di sini dan kami akan segera merespon pesan anda segera.