Gelar Workshop, FMP Bahas Tuntas Soal Pengurusan Jenazah

SF-UPDATES,–  Seiring perkembangan zaman, minat masyarakat akan ilmu pemulasaraan kian menyurut. Banyak orang meninggalkan pengetahuan mengurus jenazah ini, dan hanya menyisakan sedikit dari orang-orang tua yang dianggap mengerti. Sebabnya, hukum pelaksanaannya adalah Fardhu Kifayah.

Maka, guna memberikan pengetahuan seputar ilmu janaiz, tim pemulasaraan Firdaus Memorial Park (FMP) mengadakan workshop “A to Z Pemulasaraan Jenazah”, Sabtu (25/6/2016). Acara yang dibuka untuk umum ini menghadirkan staf Yayasan Istiqomah, Ustaz M Syamsi Wahyudin sebagai pemateri yang telah berpengalaman mengurus jenazah.

Ustaz Syamsi menuturkan, kematian adalah misteri waktu, tempat, dan penyebab. Tak ada manusia yang mengetahui rahasia di baliknya. Sebab itu, Islam mengajarkan umatnya memposisikan diri, tentang cara ia menunaikan kewajiban kala menghadapi kematian seseorang. Kewajiban-kewajiban itu di antaranya memandikan, mengkafani, menyolatkan, dan memakamkan jenazah.

“Walaupun hukumnya fardhu kifayah, yang wajib mengurus jenazah itu adalah pihak keluarga. Kalau benar-benar tidak bisa, barulah diserahkan pada orang amanah yang bisa menjaga kehormatan jenazah,” katanya saat membawakan materi, di Firdaus Memorial Park.

Setelah diberi materi ringkas terkait pemulasaraan, peserta pun diajak untuk mempraktikan empat poin kewajiban itu. Baik kelompok peserta ikhwan dan akhwat diberi boneka peraga, agar dapat secara langsung praktik memandikan, mengkafani, menyolatkan, hingga terjun untuk memakamkan jenazah.

Salah satu donatur yang hadir sebagai peserta, Cucu Juantika Sari mengapresiasi adanya kegiatan ini. Cucu sendiri mengakui, ada banyak mitos dan kesalahpahaman tentang pemulasaraan yang terjadi di masyarakat. Diadakannya workshop ini, bisa meluruskan hal tersebut.

“Sehingga, kedepannya, kami setidaknya bisa mengingatkan keluarga jika terjadi hal yang di luar syariat. Juga, mengajarkan anak-anak kami tentang pemulasaraan,” tutur Cucu yang datang bersama suami ini.

Ia menambahkan, workshop pemulasaraan sangat diperlukan bagi para wakif di FMP. Cucu menilai, wakif ini harus dipahamkan mengenai ilmu janaiz, sebab banyak pula yang masih awam tentang hal tersebut.

“Kalau dirutinkan, akan baik sekali. Karena seiring dengan bertambahnya usia, saya dan suami mulai concern dengan hal-hal yang terkait dengan ilmu janaiz,” tutupnya. []

 

Reporter: Aghniya Ilma Hasan

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.