DIA MENDENGAR Peringatan Tsunami

Beberapa saat setelah gempa berkekuatan 7 SR, Ahad (5/8/18), warga Lombok Utara, BMKG mengumumkan peringatan tsunami. Emah langsung lari pontang-panting. Tak tahu ke mana arah, yang penting lari, lari, dan lari dari rumahnya yang dekat pantai menuju tempat lebih tinggi.

Seraya lari, ia memeluk sang cucu erat-erat. Walau rasanya badannya mulai doyong karena fisiknya tak sekuat muda dulu.

“Setelah itu, baru peringatan tsunami dicabut. Tapi tetap saja, kami khawatir. Rumah kami roboh, dan kami cemas kalau dekat laut,” kata Emah.

Lalu, bersama para tetangga, dia pun berkemah di wilayah Sukadana. Kendati telah mengungsi, gempa-gempa bumi itu masih berlanjut. Membuat Emah takut, apalagi banyak kerabatnya yang meninggal tertimbun bangunan.

Di sela kekhawatiran itu, hidup Emah semakin susah. Hidup di pengungsian berdesak satu tenda untuk 70 orang. Dan, tak banyak bantuan datang.

Suatu hari, ia malah pernah menggapai-gapai ambulans yang lewat. Tapi tak sedikit pun ada yang berhenti. Semua menuju ke Lombok Utara atas.

Sementara itu, Tim Sinergi Foundation pun berhasil mencapai Sukadana dan menyampaikan sejumlah bantuan, di antaranya bantuan medis, obat-obatan, popok balita, beras, dan terpal.

“Terima kasih para donatur!” katanya.

 

Mari ikut meringankan beban masyarakat Lombok!

Transfer donasi:
Bank Syariah Mandiri 7060300709
a.n Sinergi Foundation

Atau klik di sini

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?