wakaf, peradaban islam, baitul hikmah, abbasiyah

Baitul Hikmah, Perpustakaan Wakaf di Zaman Kejayaan Islam

Buku-buku dari berbagai bahasa berjajar rapi di dalam rak. Jumlahnya tak hanya ratusan, Sahabat, tapi hingga berjuta-juta banyaknya! Masya Allah..

Dan, seluruh koleksi ilmu pengetahuan tersebut disimpan dengan apik di Baitul Hikmah, pusat literasi modern pertama di dunia yang dibangun dari dana wakaf. Pun pada masa itu, ilmu agama, kesenian, industri, hukum, literatur, navigasi, filsafat, sains, sosiologi, dan teknik mengalami perkembangan yang sangat pesat.

Didirikan di jantung kota Bahgdad oleh Khalifah Harun Ar Rashid pada tahun 813 M, Baitul Hikmah tak hanya berperan sebagai perpustakaan semata, bahkan lebih menyerupai universitas. Di sana menjadi tempat bertemunya para intelektual, pusat kajian dan diskusi, sanggar terjemah, laboratorium penelitian, hingga tempat penerbitan buku. Kemajuan ilmu pengetahuan bukan hanya pada bidang ilmu eksakta saja, ilmu-ilmu Naqli seperti Tafsir, Teologi, Hadits, Fiqih, Ushul Fiqh dan lain-lain juga mengalami perkembangan signifikan.

Perkembangan ini pun memunculkan tokoh-tokoh besar dalam sejarah ilmu pengetahuan, seperti; Al-Kindi, Al-Khwarizmi, Muhammad Jakfar bin Musa, Ahmad bin Musa, Abu Tammam, Al-Jahiz, Ibnu Malik At-Thai, Abul Faraj, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Biruni, Ibnu Misykawaih, hingga sejarawan besar Ibnu Khaldun.

Kejayaan ini berlanjut hingga masa Khalifah Ma’mun Ar Rasyid. Ketertarikannya terhadap filsafat mendorongnya melakukan terjemah besar-besaran terhadap karya-karya dari Yunani. Dan mengundang para ilmuwan muslim di seluruh dunia untuk berbagi ide, informasi, dan pengetahuan di perpustakaan ini.

(Source: hidayatullah.com)

Berbagi & Bersinergi untuk Manfaat Tiada Henti

Masukan Email Anda

untuk mendapatkan informasi berkala.

×
Assalamualaikum! Ada yang bisa Kami bantu?